SINARBANTEN.COM, Jakarta — Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, mengatakan indeks kota toleran 2025 merupakan bentuk konsistensi pihaknya untuk memastikan pengukuran yang berkelanjutan. Hal ini dikatakannya siiring dengan hasil study SETARA Institute tentang 10 besar kota yang dianggap paling toleran di Indonesia.
SETARA Institute mencatat dan merekam progresi ataupun regresi kerja bersama pemerintah daerah serta masyarakat.
“Jadi (indeks kota toleran) bukan semata-semata prestasi Wali Kota atau Kesbangpol atau FKUB, tapi adalah prestasi bersama,” kata Ismail .
Adapun studi dalam indeks ini menggunakan empat variabel dan delapan indikator sebagai alat ukur untuk menilai 94 kota di Indonesia. Empat variabel tersebut, yakni variabel regulasi pemerintah kota, variabel regulasi sosial, variabel tindakan pemerintah, dan variabel demografi agama.
Berikut ini peringkat 10 besar kota toleran di Indonesia berdasarkan indeks dari SETARA Institute pada 2025:
- Kota Salatiga (skor 6,492)
- Kota Singkawang (skor 6,391)
- Kota Semarang (skor 6,160)
- Kota Pematangsiantar (skor 6,084)
- Kota Bekasi (skor 6,037)
- Kota Sukabumi (skor 5,973)
- Kota Magelang (skor 5,805)
- Kota Kediri (skor 5,792)
- Kota Tegal (skor 5,733)
- Kota Ambon (skor 5,657)
Selain bisa mendorong pemerintah daerah lain untuk berbenah di daerahnya masing-masing, indeks ini bisa jadi acuan bagi wisatawan lokal mengenai kota mana saja yang nyaman untuk didatangi saat liburan.*[ Redaksi SB ] 🙏🙏

























