Muhammadiyah Dan KWI Tolak Tawaran Pemerintah Mengelola Lahan Tambang

SINARBANTEN.COM, Jakarta — Seiring terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang resmi diundangkan pada 30 Mei 2024, maka ormas keagamaan di Indonesia mendapatkan karpet merah mengelola tambang dari Pemerintahan.

Dikutip dari media cnnindonesia.com, Sabtu (8/6/2024), diantara ormas keagamaan, ada dua yang sudah jelas menolak tawaran tersebut, yaitu Muhamadiyah dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Ketua PP Muhammadiyah bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan, dan Pembinaan Haji-Umrah, Saad Ibrahim mengatakan izin dari Presiden Jokowi itu merupakan hal baru.

Ia menegaskan Muhammadiyah masih membahas secara mendalam terkait aspek positif, negatif, serta kapasitasnya dalam menerima tawaran itu.

Mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bahkan skeptis dengan tawaran tersebut. Ia mengatakan pemberian wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) adalah jebakan.

Di lain sisi, Sekretaris Komisi Keadilan dan Perdamaian, Migrant, dan Perantau serta Keutuhan Ciptaan KWI Marthen Jenarut mengatakan KWI hanya berkaitan dengan tugas-tugas kerasulan diakonia (pelayanan), kerygma (pewartaan), liturgi (ibadat), dan martyria (semangat kenabian). Ia menegaskan KWI berdiri pada 1927 sebagai lembaga keagamaan.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia merespons penolakan ormas seperti Muhamadiyah dan KWI untuk menerima karpet merah mengelola tambang dari Pemerintahan.

“Yang jelas kami akan menawarkan. Sudah barang tentu ada yang menolak, ini kan kita mau berikan kepada yang mau. Kalau yang menolak, apa boleh buat, berarti kan gak membutuhkan. Kita berikan kepada yang membutuhkan,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian Investasi, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6/2024).

Pembantu Presiden Joko Widodo itu menegaskan Indonesia adalah negara demokrasi. Oleh karena itu, Bahlil mengklaim akan menghargai perbedaan yang muncul. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏