HKTI Berhasil Kembangkan Varietas Unggul Padi M 400 Dan M 70 D

SINARBANTEN.COM, Serang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) telah berhasil mengeluarkan karya ilmiah melalui riset yang panjang berupa Varietas padi unggul terbaru yaitu M 400 dan M 70 D yang telah mendapat sertifikasi resmi dari Kementerian Pertanian.

Apakah arti dibalik nama Varietas M 400? Ya, varietas M 400 diambil dari nama Ketua HKTI, Moeldoko, dan angka 400 yang melambangkan potensi jumlah bulir per malainya, menjanjikan revolusi bagi petani.

Dengan usia panen yang singkat, yakni 84 hari, padi ini tidak hanya efisien waktu tapi juga menawarkan ketahanan terhadap serangan hama dan kondisi lingkungan yang tidak menentu.

Ir Lily Purwati, seorang ahli dalam bidang agraria, menyatakan bahwa varietas padi M 400 dan M 70 D masih berupa Galur, yang berarti hasil panennya dapat digunakan sebagai bibit untuk masa tanam berikutnya.

“Dengan umur padi yang pendek dan produktivitas yang tinggi, maka dalam satu tahun bisa ditanam 3 – 4 kali pada sawah yang irigasi baik,” ungkap Lily, Senin (27/5/2024).

Optimisme ini didasarkan pada keunggulan varietas padi yang tidak hanya tahan terhadap serangan hama, tapi juga memiliki ketahanan terhadap berbagai kondisi lingkungan, serta tidak mudah roboh.

Menilik lebih dalam, varietas padi M 400 memiliki potensi hasil hingga 11 ton per hektar dengan hasil rata-rata yang mencapai 8,8 ton per hektar. Batang padi yang besar dan kokoh memberikan keuntungan lebih karena dapat bertahan tidak roboh, terutama ketika ditanam di musim hujan. Anakan produktifnya yang mencapai 20 anakan dengan tinggi tanaman 90-100 cm, menjadikan varietas ini pilihan yang tepat bagi petani yang menginginkan hasil maksimal.*[ Redaksi SB ] 🙏🙏