Menyingkap Rahasia Warung Madura Hingga Bisa Ada Di Seluruh Jabodetabek

SINARBANTEN.COM, Serang – Keberadaan warung Sembako Madura hingga saat ini tetap eksis meski gempuran jaringan waralaba minimarket seperti Alfamart-Indomaret terus masuk hingga ke pelosok kota. Bahkan Warung Madura semakin menjamur di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) beberapa tahun terakhir.

Warung sembako yang kerap disebut Warung Madura itu kebanyakan menjual bensin eceran, meletakkan beras dalam etalase kaca, dan menyusun rokok secara horizontal. Masih tetap bertahannya Warung Madura ini bukan tanpa sebab.

Apa sebenarnya rahasia manajemen warung Madura hingga bisa menyebar ke segala penjuru daerah Jabodetabek bahkan ke seluruh Indonesia? Yuk, simak jawaban di bawah ini yang kami kutip dari beberapa sumber pemilik warung Madura yang tidak mau namanya dicantumkan.

  1. Dilandasi rasa kekeluargaan

Dalam jaringannya, warung Madura menerapkan sistem kekeluargaan, yakni tidak ada batasan bagi pekerja dan juga tidak ada ikatan tertentu. Jadi setiap pekerja bisa kapan saja mau lepas dari bosnya buat bikin usaha sendiri.

Bahkan dari bos itu tidak ada larangan, yang penting ada buat modal dan bicara baik-baik sama bosnya.

Dengan penerapan sistem kekeluargaan ini, Warung Madura di Jabodetabek berkembang sangat pesat beberapa tahun terakhir. Karena setiap pekerja otomatis akan panggil saudaranya jaga warung. Laku saudaranya ini merintis, nabung buat buka warung. Seperti itulah perputarannya,

  1. Sistem kepercayaan yang penuh kepada para penjaga

Setiap bos warung Madura akan menyerahkan kepercayaan seluruhnya kepada penjaga saat sang pemilik balik ke kampung halaman untuk waktu yang lama. Biasanya penjaga pun akan memegang teguh kepercayaan yang diberi kepada nya. Karena hanya kepercayaan lah yang akan membuat nya untuk bertahan dan membuka warung Madura sendiri di kemudian hari. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏