Sempat Tertunda, Akhirnya Pemkab Serang Bongkar Paksa Tujuh Bangunan THM

SINARBANTEN.COM, Serang – Akhirnya tujuh bangunan tempat hiburan malam atau THM di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecamatan Kramatwatu pada Rabu (1/12/2021) dibongkar paksa oleh pemkab Serang yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa.

Ketujuh bangunan THM tersebut meliputi, Trinaga Karaoeke, Star Queen Restaurant Karaoke dan Hall, New Roger Karaoke dan Lounge, New Star Karaoke dan Lounge, Bravo, Kuda Laut Karaoke dan Lounge, dan Alexa Karaoke dan Lounge.

Pembongkaran dilakukan dalam penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanggulangan penyakit masyarakat, dan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang penyelengaraan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Pantauan di lokasi, pembongkaran dengan menggunakan alat berat tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB sebagai upaya terakhir dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanggulangan penyakit masyarakat, dan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang penyelengaraan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Ini terpaksa harus kita lakukan, terpaksa (pembongkaran) kita lakukan,” tegas Pandji disela-sela memimpin pembongkaran.

Meski demikian, sambung Pandji, sebetulnya pihak Pemkab Serang tidak menginginkan upaya yang ekstrim dengan melakukan pembongkaran tersebut.

“Tapi terpaksa kita harus tegakan peraturan daerah (perda) demi tertibnya kehidupan kemasyarakatan kita, karena perda belum memberikan izin, belum memberikan keluasan tempat hiburan malam,” katanya.

Kemudian yang kedua, lanjut Pandji, pihaknya memberikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada unsur Forkopimda Kabupaten Serang yang mendukung sepenuhnya kebijakan pembongkaran ini, khususnya kepada Kapolres Serang Kota, Kapolres Cilegon, Kapolres Serang Kabupaten, Dandim Serang, Dandim Cilegon yang telah memberikan dukungan dan support.

“Apalagi Pak Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea bukan hanya support tapi beliau memimpin operasi di lapangan. Ini semua berkat kerjasama Forkopimda Kabupaten Serang,” terangnya.

Sedangkan yang ketiga, Pandji berharap atas upaya ekstrim dengan dilakukannya pembongkaran akan menjadi pelajaran bagi mereka yang tetap membandel. Pihaknya mempersilahkan lanjutkan lagi usaha tapi tidak berbentuk tempat hiburan malam, tapi bisa pengembangan restoran, kuliner atau apapun.

“Kita akan support kalau mereka nanti akan mengajukan izin usaha diluar THM kita akan dukung. Kita akan fasilitasi agar dia segera bisa melaksanakan aktivitas usahanya,” katanya seraya mengatakan, untuk puing-puing bekas pembongkaran dalam waktu satu pekan jika pihak pemilik tidak membersihkan maka pihak Pemkab Serang yang akan membersihkannya.

Untuk melancarkan pembongkaran, Pemkab Serang menerjunkan sebanyak 500 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Provinsi Banten.

Sedangkan untuk pengamanan dibantu Personil dari Polres Serang Kota, Polres Cilegon, Polres Serang Kabupaten, Kodim 06/02 Serang, Kodim 0623/Cilegon, Satuan Brimob Polda Banten, Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang, dan ratusan ulama, pendekar, LSM, Ormas tergabung dalam masyarakat Banten bersatu atau MBB.

Dalam pembongkaran itu hadir juga Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Nanang Supriatna, Kepala Dinas Satpol PP, Ajat Sudrajat, Kepala Badan Kesbangpol, Epi Priatna, Kepala Diskominfosatik, Anas Dwisatya Prasadya, dan Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum. *[ Redaksi SB ]🙏🙏