Kenapa Ulama Dan Santri Di Serang Tolak Rapid Test?

SINARBANTEN.COM, Serang – Baru-baru ini para Ulama dan Santri yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang sepakat menolak rapid test corona.

Bahkan video penolakan rapid test terhadap santri dan kiai di Kota Serang itu tersebar di masyarakat dan media sosial (Medsos).

Atas Penolakan tersebut, maka Walikota Serang Syafrudin menugaskan tim gugus tugas Covid-19 Kota Serang untuk mengecek kebenarannya.

Syafrudin mengungkapkan, adanya penolakan rapid test sudah berkoordinasi dengan petugas dan sudah dilakukan pengecekan kebenarannya dilapangan.

“Kalau bener menolak, saya ingin tahu kenapa mereka menolak. Padahal rapid test diprogramkan terjadwal demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Serang,” kata Syafrudin, Rabu (17/6/2020).

Walikota Serang berjanji akan melakukan langkah persuasif dan akan memaksimalkan sosialisasi. Agar masyarakat paham tentang rapid test.

“Sejujurnya, rapid test itu bukan dilakukan di Kota Serang saja akan tetapi dilakukan di semua daerah di Indonesia. Rapid test juga kan program pemerintah pusat. Maka dari itu, terkait penolakan tersebut saya akan mengecek dulu apa masalahnya,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Sinar Banten di lapangan, sebenarnya penolakan yang dilakukan para ulama ini berawal dari kesimpang siuran informasi tentang Covid-19. Jadi perlu sosialisasi lebih intensif lagi. *[ TI ] 🙏🙏