Kenapa Banyak Pasien Terjangkit Virus Corona Tak Terdeteksi?

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Sering kita menjumpai orang-orang yang tadinya sehat, tiba-tiba masuk rumah sakit akibat terkena virus Corona. Jumlah kejadian seperti ini banyak terjadi di berbagai negara. Bahkan telah menyebar ke lebih dari 160 negara dan menginfeksi lebih dari 189.000 penderita.

Apa sebenarnya penyebab pasien yang tadinya sehat, kemudian tanpa diduga terjangkit virus Corona?

Mengutip dari sumber Live Science, Rabu (18/3/2020), ternyata para ahli berhasil menemukan, sekitar 86% orang yang terinfeksi virus corona tidak terdeteksi, kemungkinan karena mereka tidak merasa sakit. Ini memicu penyebaran wabah makin cepat.

Studi menemukan, para pasien yang tidak terdiagnosis tersebut justru menjadi sumber penyebaran terhadap dua pertiga dari kasus virus corona yang tercatat di China pada minggu-minggu awal kemunculan wabah. Enam dari tujuh kasus positif Covid-19 tidak teridentifikasi di China sebelum ada aturan isolasi.

Menurut penulis Jeffrey Shaman dari Columbia University Mailman School, kebanyakan orang yang terinfeksi virus Corona tidak memiliki gejala sehingga mendorong penyebaran wabah.

“Sebagian besar infeksi dalam fase ringan dan hanya ada sedikit gejala yang muncul, bahkan tidak ada. Banyak orang tidak sadar telah terinfeksi SARS-CoV-2, kebanyakan mengira hanya flu ringan,” ujar Shaman.

Infeksi yang tidak teridentifikasi ini lantaran orang yang positif Covid-19 tidak batuk dan bersin, apalagi demam. Menurut para peneliti, fenomena “hantu” ini bisa menularkan penyakit dengan gejala lebih parah untuk orang lain.

Merilis New York Post, Selasa (17/3/2020), Shaman memperingatkan, pentingnya social distance, menjaga jarak dan membatasi ruang gerak di daerah terjangkit wabah virus corona.

“Sementara waktu, kita harus memisahkan diri. Virus ini tumbuh subur di lingkungan yang masyarakatnya berbaur dan bertemu satu sama lain,” pungkasnya. *[ SM ] 🙏🙏