PCNU KOTA SERANG: Hasil Ijtima Ulama IV Tidak Sesuai Dengan Pancasila

SINARBANTEN.COM, Serang – Hasil Ijtima Ulama IV dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang merekomendasikan mewujudkan NKRI bersyariah, ditolak oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang KH Matin Syarkowi.

“Pendiri bangsa ini pun banyak dari kalangan ulama yang keluasan ilmunya sudah teruji. Ulama pendiri Bangsa ini sudah sepakat menetapkan pancasila sebagai ideologi negara dan tidak lagi menyebut-nyebut kata syari’at karena pancasila itu sudah sefaham dengan nilai-nilai syari’at. Jadi tanpa nama NKRI bersyari’at juga NKRI itu sudah ada didalamnya,” ungkap Syarkowi, Rabu (14/8/2019).

Syar’iat islam itu, lanjut Syarkowi, dalam tataran aplikasinya sangat luas dan penerapannya di Indonesia sudah berjalan sejak NKRI ini ada. Jadi kata dia, tidak perlu mencanangkan istilah NKRI bersyariah karena hal itu sarat akan kepentingan untuk menggantikan ideologi bangsa Indonesia. Iapun mempertanyakan istilah NKRI bersyar’iat.

“Penolakan terhadap NKRI Bersyari’at itu bukan berarti menolak Syari’at Islam. Kenapa? Karena istilah NKRI Bersyari’at itu kental dengan persoalan politik menyangkut ideologi negara. Dan seharusnya kita tdak lagi mendiskusikan hal-hal yang sudah final yang telah menjadi kesepakatan seluruh elemen bangsa ini,” tegasnya.

Semestinya, tambah Syarkowi, diskusi yang dilakukan PA 212 diarahkan untuk bagaimana Indonesia bisa lebih maju bersaing dengan bangsa-bangsa yang sudah maju, mulai dari kualitas pendidikan, kesehatan daan ekonomi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang dan makin modern,” pungkasnya. *[ MP ] 🙏🙏