Berkurangnya Lahan Pertanian, Sistem Hidroponik Semakin Dilirik

SINARBANTEN.COM, Serang – Semakin lama lahan pertanian akan berkurang seiring bertambahnya daerah industri. Antisipasinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggalakkan media tanam dengan metode hidroponik.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Anjas Urip Santoso mengatakan, sampai saat ini di Kota Serang baru ada dua yang menggunakan sistem pertanian hidroponik yaitu di daerah Taktakan dan Cipocok Jaya.

Bedanya, jelas Urip, untuk pengelolaan pertanian hidroponik di Kecamatan Taktakan masih dilakukan perorangan sementara untuk yang di Kecamatan Cipocok Jaya sudah dilakukan oleh kelompok tani.

“Untuk jenis tanamannya kebanyakan menanam sayuran diantaranya sawi, selada bokong dan jenis sayuran lainnya dan diedarkan sesuai pesanan atau ke daerah terdekat,” ujarnya, Selasa (9/7/2019).

Saat ini, lanjut Anjas dinas pertanian sedang mengembangkan pertanian hidroponik sesuai anggaran dan juga mendata petani, namun pertanian hidroponik ini kendalanya sering dilakukan perorangan.

“Nanti kedepan kalau sudah punya komunitas hidroponik kita jadikan sebuah kelompok saja gitu, biar tau untuk nanti pemasarannya kemana, penghasilannya yang dihasilkan berapa,” tukasnya.

Diketahui, pertanian hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, budidaya tanaman ini lebih mengutamakan media air yang telah dicampur dengan nutrisi.

Selain itu, media tanam hidroponik lebih aman dan bersih karena tidak menggunakan zat pestisida. Yang paling utama tidak memerlukan tempat yang luas, karena bisa dilakukan di setiap rumah seperti di pekarangan atau halaman.

Sebagai informasi, tanaman yang bisa ditanam dengan menggunakan metode hidroponik diantaranya kangkung, pagoda, sawi, selada bokong, butterhead, bayam, dan jenis sayuran lainnya. *[ HGR ] 🙏🙏