60 Persen Pelajar Kota Serang Tidak Bisa Mengaji

SINARBANTEN.COM, Serang –
Ketua ICMI Kota Serang Agus S Munandar di sela-sela pelantikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang, di aula Setda Kota Serang, mengungkapkan hasil temuan ICMI selama empat tahun terakhir ini terhadap kemampuan para pelajar di Kota Serang terkait mengaji. “Ternyata 60 persen pelajar di Kota Serang tidak bisa mengaji, “katanya.

Oleh karena itu, ICMI Kota Serang mengusulkan agar kemampuan mengaji dijadikan syarat ujian lulus sekolah dasar (SD) dan masuk ke SMP.

Temuan itu, lanjut Agus, diperkuat hasil survei dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten pada 2016 yang menyebut angka butu huruf Alquran pada pelajar sebesar 70 persen. “Temuan LPTQ malah lebih besar dari temuan kita,” katanya.

Kata Agus, atas dasar itu dipandang perlu memasukan kurikulum tambahan mengaji ke dalam sekolah-sekolah di Kota Serang. Misanya, kemampuan mengaji pelajar menjadi syarat kelulusan SD dan syarat masuk ke dalam SMP. “Setidaknya itu menjadi motivasi bagi orangtua,” katanya.

Agus menambahkan, Program magrib mengaji, juga harus digalakkan. Untuk itu, guru-guru mengaji di kampung harus lebih dioptimalkan.

Menanggapi hal yang disampaikan ketua ICMI kota Serang, Ketua ICMI Provinsi Banten Prof Dr Lili Romli mengatakan, program ICMI harus bisa memberi manfaaat bagi umat. Yang tidak kalah penting, seluruh aktivitas ICMI tidak lepas dari spirit keislaman. *[ AA ] ??