Pedepokan Barak Karinding Lestarikan Budaya Leluhur

SINARBANTEN.COM, Balaraja – Ditengah maraknya gempuran budaya asing yang masuk ke Indonesia, tidak membuat anak muda Indonesia patah semangat. Tapi justru semakin peduli kepada budaya warisan leluhur.

Salah satunya, Komunitas Seni Pedepokan Barak Karinding asal balaraja, Kabupaten Tangerang yang turut mengangkat musik tradisional khas sunda ini.

Komunitas tersebut merupakan wadah atau jembatan untuk anak-anak muda yang kreatif dalam pelestarian seni musik tradisional. Diketahui, alat-alat musik Barak Karinding terbuat dari bahan baku bambu seperti karinding, celempung tunggal, celempung renteng, gongti, saluweng, kohkol, tarawangsa, angklung dan suling.

Selain itu, Komunitas Barak Karinding juga memadukan seni musiknya dengan alat-alat modern yaitu Gitar untuk mengiringi musik karinding lebih menarik.

Ketua Umum Seni Padepokan Barak Karinding, Amhad Lamhatul Lamnori mengatakan, bahwa awal berdirinya Barak Karinding pada tahun 2011, melalui pesta seni 17 agustusan di Kampung Jaha, Desa Sentul, Kabupaten Tangerang.

“Jadi awalnya kita hanya melestarikan di kampung Jaha, dengan merekrut anak-anak muda di sekitar kampung,” ungkapnya di Kota Serang, Sabtu (19/1/2019).

Dijelaskan Lamhatul, seiring berjalannya waktu, Kamunitas Seni Padepokan Barak Karinding pun semakin dikenal oleh masyarakat disekitar Banten hingga luar Banten. Sampai akhirnya, Barak Karinding pun bisa tampil di acara-acara besar.

“Seperti di acara Gong Perdamaian dunia di Jawa Barat, Bandung Land festival, dan terakhir di Madaya Katam Kabupaten Tangerang. Kita juga bangga bisa melestarikan seni musik tradisional Banten, keliling Indonesia,” tandasnya.

Seperti diketahui, Seni musik yang dimainkan oleh Komunitas Padepokan Barak Karinding adalah musik konterporer. Bahkan sesekali merubah genre menjadi musik pop. *[ AS ] ??