BMKG: Transisi Musim Hujan Ke Musim Kemarau Terjadi Pada Mei-Juni 2026

SINARBANTEN.COM, Serang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan puncak musim hujan 2026 diperkirakan jatuh pada Januari-Februari.

Berdasarkan “Prediksi Curah Hujan Tahunan 2026” BMKG, sifat hujan pada umumnya berada dalam kategori normal di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, kapan
Musim hujan 2026 berakhir?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dr. Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, transisi musim hujan ke musim kemarau akan terjadi antara bulan Mei hingga Juni 2026.

“Untuk bulan Mei-Juni, di mana kita secara gradual transisi ke musim kemarau umumnya (curah hujan) diprediksi pada kategori rendah hingga menengah,” ucap Ardhasena dalam unggahan akun Instagram @infobmkg, 25 Desember 2025.

Pada periode ini, BMKG mengatakan akan ada potensi curah hujan yang sangat rendah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara untuk bulan Juli hingga September 2026, BMKG memperkirakan sebagian wilayah Indonesia akan menghadapi musim kemarau.

Curah hujan sangat rendah berpeluang terjadi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

“Bulan Oktober 2026 ini kita sudah mulai transisi kembali (musim kemarau ke musim hujan-red), sebagian wilayah Indonesia bagian barat khususnya ke musim hujan sehingga prediksi hujan pada kategori rendah hingga tinggi, curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Aceh,” kata Ardhasena.

Musim hujan akan kembali pada November-Desember 2026 dengan potensi curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.*[ Redaksi SB ] 🙏🙏