SINARBANTEN.COM, Tobelo — Perusahan Listrik Negara (PLN) memfasilitasi inovasi energi terbarukan atau SuperSun kepada tiga sekolah di Maluku Utara.
Program ini menargetkan pemerataan akses teknologi pembelajaran hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). SuperSUN mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan Battery Energy Storage System (BESS) memastikan pasokan listrik andal.
Berkat adanya SuperSun, ratusan siswa di Kepulauan Maluku Utara kini bisa belajar secara digital. Kehadiran energi terbarukan ini tidak hanya menjawab kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi dukungan nyata terhadap program digitalisasi Pendidikan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko mengatakan bahwa SuperSUN dirancang agar pasokan listrik di kepulauan tetap stabil meski kondisi geografis cukup menantang.
“Dengan adanya listrik yang andal, sekolah-sekolah kini bisa mengoptimalkan perangkat belajar modern tanpa khawatir daya terbatas. Hal ini, menurutnya, membuat siswa di kepulauan memiliki kesempatan pendidikan yang setara,” kata Noer Soeratmoko,” Selasa (30/12/2025).
Selain mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah mewujudkan pendidikan digital yang merata. Dengan listrik bersih yang stabil, sekolah-sekolah di wilayah 3T kini dapat memanfaatkan perangkat pembelajaran modern.
Berikut daftar tiga sekolah yang telah difasilitasi SuperSUN dari PLN:
• Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Atap Pulau Bobale,
• Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Atap Fitako Pulau Dagasuli, dan
• Taman Kanak-kanak Lembaga Pendidikan Masyarakat (TK LPM) Marasa Pulau Halmahera, Maluku Utara. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏

























