SINARBANTEN.COM, Jakarta — India kembali dihebohkan atas kehadiran dan serangan virus baru yang bernama Virus Nipah. Bahkan temuan kasus virus Nipah di India menjadi perhatian banyak negara, termasuk di Indonesia. Infeksi virus Nipah bisa berakibat fatal dengan angka kematian mencapai 75 persen. Kondisi ini diakibatkan oleh belum adanya vaksin dan obat yang spesifik untuk mengatasi masalah virus Nipah.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof dr Dominicus Husada, SpA, Subsp IPT, menjelaskan virus Nipah dapat menular melalui hewan babi atau kelelawar buah.
Menurutnya, kelelawar buah menjadi sumber penularan yang paling mungkin terjadi. Apabila seseorang tidak sengaja mengonsumsi buah yang terkontaminasi liur atau urine kelelawar yang terinfeksi, maka orang tersebut dapat terinfeksi Nipah.
“Dengan cara penularan seperti ini, yang paling rentan itu peternak babi, petugas peternak babi, pengumpul nira atau aren di kita kan banyak, atau buah-buah lain yang kemungkinan sudah dikonsumsi oleh kelelawar buah,” ungkap Prof Husada dalam konferensi pers IDAI, Jumat (30/1/2026). *[ Redaksi SB ] 🙏🙏

























