SINARBANTEN.COM, Sabang – Konselor HIV Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Dokter Cut Laila, Sp.KKLP mengungkapkan, kasus HIV/AIDS di Aceh terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, sejak 2004 hingga Juli 2025 tercatat 1.974 kasus HIV/AIDS. Dari jumlah itu, sebanyak 1.914 kasus HIV dan 60 kasus AIDS.
“Pada awal pembukaan layanan HIV di Puskesmas, setiap hari dan bulan selalu ada kasus baru. Rata-rata dengan hasil reaktif,” ujar Dokter Cut Laila sebagaimana dikutip dari rri.co.id, Sabtu (13/9/2025).
Menurutnya, jumlah kasus di layanan primer saja sudah mencapai ratusan. “Apalagi di rumah sakit, kasusnya jauh lebih banyak. Hampir di semua kabupaten/kota sudah ada,” katanya.
Cut Laila menjelaskan, pola penularan mengalami pergeseran. Jika sebelumnya dominan melalui jarum suntik narkoba, kini banyak dipicu perilaku seksual anak muda.
Ia menilai lemahnya kontrol sosial turut memperparah kondisi ini. “Ketika perilaku awal seperti bersentuhan bukan muhrim di depan umum tidak ditegur, maka dianggap biasa,” ucapnya.
Kebiasaan itu, lanjutnya, mendorong kecenderungan seksual yang lebih berisiko. Situasi ini menjadikan anak muda sebagai kelompok rentan penularan baru.
Karena itu, penguatan kembali kontrol sosial dalam masyarakat dianggap penting. Kesadaran kolektif dibutuhkan agar perilaku berisiko dapat dicegah sejak dini. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏

























