Ada 8 Negara Pemakan Daging Anjing Terbanyak Di Dunia

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Daging anjing secara historis dan saat ini memiliki peran penting dalam banyak kebudayaan. Hal ini karena mengkonstruksi daging anjing sudah menjadi praktik yang sudah ada sejak berabad-abad lalu di banyak belahan dunia lainnya, khususnya di beberapa negara Asia dan Afrika. Di negara Asia dan Afrika, daging anjing dianggap sebagai makanan pokok, seperti halnya daging sapi dan ayam dalam budaya Barat.

Dikutip dari World Population Review , Sabtu (15/6/2024). Asia adalah benua dengan konsumsi daging anjing paling luas. Ada 30 juta anjing dibunuh untuk konsumsi manusia setiap tahunnya menurut perkiraan Humane Society International.

Ada 8 negara yang dikategorikan negara yang paling banyak mengkonsumsi daging anjing, yaitu China, Korea Selatan, Filipina, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, dan wilayah Nagaland di India.

China adalah konsumen daging anjing terbesar di dunia dan diperkirakan mengonsumsi 10 juta anjing (dan empat juta kucing) per tahun. Daging anjing telah menjadi tradisi di China selama ribuan tahun dan masih dimakan di banyak wilayah di negara tersebut.

Daerah yang paling terkenal di kalangan orang barat adalah Yulin, yang mengadakan festival daging anjing setiap tahun. Festival Lychee and Dog Meat Yulin diprotes secara luas dan semakin kontroversial di luar China.

Pada tahun 2020, kota Shenzhen dan Zhuhai menjadi kota pertama dan kedua di China daratan yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing, dan Kementerian Pertanian China telah mengubah klasifikasi anjing dan kucing dari hewan ternak menjadi hewan pendamping.

Negara terkenal lainnya yang mengonsumsi daging anjing adalah Vietnam, menduduki posisi kedua di dunia setelah China. Orang Vietnam menggunakan hampir seluruh bagian tubuh anjingnya dalam semur dan sup, serta menyajikan daging yang dibumbui dengan tusuk sate. Banyak yang percaya bahwa daging anjing memiliki khasiat obat dan membawa rejeki. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏