Penjual Rokok Ilegal Di Cikarang Terancam Dengan Pidana Penjara

SINARBANTEN.COM, Bekasi — Akibat maraknya rokok ilegal yang beredar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, maka Bea Cukai Cikarang mengancam akan menindak pemilik warung kelontong yang kedapatan menjual rokok ilegal dengan pidana penjara.

Karenanya Bea Cukai Cikarang mewanti-wanti agar warung kelontong tidak menjualnya. Jika berani menjualnya bakal dijerat pidana penjara.

“Warung kelontong bisa dijerat pidana, ini yang kami imbau kepada masyarakat. Meksipun warung kelontong itu kalau anda jual rokok ilegal sanksinya pidana, pidana itu masuk penjara,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, Souvenir Yustianto, Sabtu (1/6/2024).

Yustianto mengungkapkan, rokok ilegal itu ialah rokok tanpa pita cukai. Kehadiran bukan saja merugikan keuangan negara dan produsen rokok.

“Udah mah rokok itu membahayakan bagi kesehatan, ditambah produksinya engga jelas itu isinya apa saja selain tembakau,” katanya.

Dia kembali menegaskan, Bea Cukai Cikarang bersama instansi terkait lainnya seperti Kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan Satpol PP dalam upaya merazia rokok ilegal tersebut.

Baik itu di warung kelontong, maupun distributor dan produsen rokok ilegal. Para warung kelontong ini jangan tergiur iming-iming keuntungan besar dari para distributor.

“Sekali lagi kami ingatkan agar tidak terlibat didalam penjualan rokok ilegal. Meskipun memang diiming-imingi keuntungan besar dari para distributornya,” katanya.

Perlu diketahui, Bea Cukai Cikarang sudah melakukan pemusnahan sebanyak 4.417.864 batang rokok ilegal dan ratusan barang tanpa izin impor di halaman kantornya pada Kamis (30/5/2024). Jumlah barang bukti dimusnahkan itu hasil penindakan mulai tahun 2021 hingga Mei 2024. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏