PGI Resmi Mengeluarkan Pesan Paskah 2024

SINARBANTEN.COM, Serang – Menyambut hari raya Paskah, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyampaikan pesan Paskah kepada seluruh umat kristen di Indonesia, terutama kepada gereja-gereja yang tergabung ke dalam organisasi PGI.

Dikutip dari laman resmi PGI (pgi.or.id), pesan paskah PGI ini ditandatangani oleh Pdt. Gomar Gultom (Ketua Umum) dan Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum). Berikut pesan pesan paskah dari PGI.

“HIDUP SEBAGAI ALAT KEBENARAN-NYA”

(Bdk. Roma 6:13)

Saudara-saudari seiman di dalam Kristus,

Kita telah memasuki masa Paskah 2024. Tema Paskah PGI tahun ini adalah “Hidup sebagai Alat Kebenaran-Nya” dengan merujuk pada Roma 6:13. Dalam bagian ini, Rasul Paulus menegaskan bahwa kematian dan kebangkitan Kristus telah menyelamatkan manusia dari tubuh dosa, yakni keseluruhan pribadi manusia yang memiliki kecenderungan tak terhindarkan untuk berdosa. Melalui baptisan, tubuh dosa tersebut telah tersalib bersama Yesus untuk hidup secara baru. Orang percaya yang telah lepas dari kuasa dosa diundang masuk ke dalam kehidupan baru bagi Allah melalui Yesus Kristus dalam kuasa Roh Kudus. Hidup dalam Kristus adalah hidup yang berserah kepada Allah dan memberikan tubuh sebagai senjata atau alat kebenaran Allah.

Paulus memakai bahasa pertempuran ketika ia menasihati jemaat Roma untuk menjadi “senjata kebenaran,” demi melawan kuasa dosa yang memakai manusia sebagai “senjata kelaliman.” Sebagai senjata atau alat kebenaran, kita harus berjuang melawan kelaliman sekaligus berjuang menghadirkan kehendak Allah bagi seluruh ciptaan. Memberikan tubuh sebagai alat kebenaran Allah berbicara tentang etika kehidupan dan integritas orang percaya. Seluruh anggota tubuh kita dipakai untuk mewujudkan kebenaran Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali diperhadapkan pada proses pengambilan keputusan untuk membuat pilihan-pilihan. Integritas orang percaya diuji ketika ia diperhadapkan pada pilihan-pilihan tersebut. Ada banyak godaan yang sering kali melemahkan manusia hingga manusia memilih untuk hidup dalam dosa dengan berbagai gejalanya, seperti percabulan, penyembahan berhala, perselisihan, perpecahan, kepentingan diri sendiri, kemabukan, pesta pora, pendeknya segala perilaku destruktif yang mengacaukan hubungan manusia dengan Allah dan sesama ciptaan-Nya (lihat Gal. 5:19-21).

Melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk memilih berdasarkan etika kehidupan dan integritas Kristiani. Dalam etika Kristiani, kita setidaknya dituntun lewat tiga kriteria penilaian, yakni kebenaran, kasih, dan kebebasan. Kebenaran berdasarkan iman kepada Kristus menuntun umat beriman kepada kekudusan hidup. Kasih didasarkan pada kebajikan Kristiani, yakni kualitas yang mengarahkan orang percaya untuk bertindak bijaksana, menghindari godaan, dan memperjuangkan hidup yang berkeadilan dan berkeadaban. Kebebasan yang dimaksud adalah kemerdekaan untuk mengabdi kepada perintah Allah dan melawan kuasa dosa.

Etika kehidupan sejatinya lahir dari partisipasi dalam kehidupan Kristus yang menuntun dan mendorong umat beriman untuk hidup dalam integritas dengan meneladani Kristus sendiri. Salah satu wujudnya, seperti yang diajarkan oleh Kristus (Mat. 5:37), adalah mengatakan ya jika ya dan tidak jika tidak. Sebagai teladan sejati, Kristus sendiri berdiri teguh di dalam kebenaran Allah dengan segala risiko yang harus ditanggung-Nya bahkan sampai menyerahkan nyawa-Nya. Ketika Kristus menjadi bagian dari kehidupan orang percaya, maka kita dituntun pada pilihan-pilihan yang selaras dengan kehidupan Kristus. Pilihan-pilihan itu menjadikan kita alat kebenaran Allah yang berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan hidup yang berkeadaban.

Kita bersyukur bahwa pada awal masa Paskah 2024, sebagai bangsa yang menganut sistem demokrasi, Indonesia telah menyelenggarakan Pemilihan Umum. Meskipun berbagai masalah masih perlu dituntaskan demi kemaslahatan segenap bangsa, kita berharap agar dinamika-dinamika sosial-politis yang berkembang tidak mengorbankan keutuhan bangsa kita. Doa dan harapan kita bersama, kiranya semua yang terpilih secara sah untuk mewakili aspirasi dan kepentingan dari berbagai elemen bangsa dipakai Allah menjadi alat kebenaran demi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia. Kita diingatkan untuk tetap menjadi alat kebenaran-Nya dan tidak hidup lagi di bawah kuasa dosa dengan berbagai wajah buramnya, entah berupa korupsi, kolusi, nepotisme, ataupun politik uang dan identitas. Sebagai alat kebenaran Allah, gereja-gereja dipanggil untuk tetap bersikap kritis dan menolak segala praktik yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan mengorbankan kepentingan rakyat.

Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan pengharapan! Sembari menantikan kebangkitan bersama Kristus kelak, dalam kehidupan kini, kita diundang untuk mengabdi kepada Allah sebagai hamba-hamba kebenaran (Rm. 6:18).

Selamat Paskah!

Teriring salam dan doa kami,
a.n Majelis Pekerja Harian PGI

Pdt. Gomar Gultom
Ketua Umum

Pdt. Jacklevyn F. Manuputty
Sekretaris Umum