PERUM DAMRI: Kami Tidak Akan Menggunakan Klakson Telolet Lagi

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Sesuai aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), maka Perum Damri memastikan armadanya tidak menggunakan klakson telolet

“Kami memiliki standar pelayanan minimum (SPM) yang mengharuskan armada Damri menggunakan klakson yang sesuai standar. Bahkan kalau bus-bus PO swasta penuh dengan lampu biasanya lampu warna-warni terus running teksnya heboh, kita itu tidak diperbolehkan karena itu mengganggu mobil lawan,” jelas Corporate Secretary Damri Chrystian RM Pohan, Senin (25/3/2024).

Penggunaan klakson telolet pada bus, ujar Chrystian, dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan lain maupun bus itu sendiri. Larangan penggunaan klakson telolet juga telah disampaikan Kemenhub beberapa waktu lalu pasca bus menabrak seorang anak kecil yang meminta sopir bus membunyikan klakson telolet pada Minggu (17/3/2024).

“Jadi basis pelayanan Damri itu SPM yang dikeluarkan oleh Kemenhub itu yang jadi dasar kita,” kata dia.

Selain dari sisi armada, Perum Damri juga memastikan pengemudinya dalam kondisi yang prima sebelum memberangkatkan penumpang. Terutama di masa mudik Lebaran seperti saat ini.

Chrystian mengungkapkan, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan fisik maupun psikologis para pengemudi untuk memastikan pengemudinya dalam kondisi sehat.

“Apalagi menjelang mau Lebaran ini, kita tes juga narkoba, alkohol, sama tensi karena pengemudi makannya suka sembarangan makanya kita tensinya suka nggak normal. Tapi sebenarnya sejauh ini alhamdulillah kita jaga baik,” tuturnya.*[ Redaksi SB ] 🙏🙏