Ekspor Usaha Mebel Bambu Kabupaten Lebak Tembus Eropa

SINARBANTEN.COM, Lebak – Daerah
Pasir Ona Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten terkenal akan usaha mebel bambunya. Bahkan sampai bisa ekspor ke pasar Eropa.

Bahkan nilai ekspornya mencapai Rp250 juta per bulan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke sejumlah negara di Eropa.

“Setiap bulannya kami rutin memasok produk mebel bambu ke pasar Eropa sekitar satu kontainer. Bahkan, saat pandemi COVID-19 permintaan pasar Eropa cenderung meningkat hingga sampai tiga kontainer per bulan,” kata Khaerul Pulungan, Direktur CV Shaniqua Marigold Bamboo Pasir Ona Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, seperti dikutip dari laman antaranews.com, Senin (29/1/2024).

Tapi, saat ini kembali normal dengan memasok ke pasar Eropa sebanyak satu kontainer/bulan.

“Dari satu kontainer itu bisa menghasilkan omzet pendapatan Rp250 juta. Kerajinan mebel bambu itu di antaranya produksi kursi sofa, ranjang tidur, rak sepatu, buku-buku juga kursi panjang, ” tambahnya.

Bahan baku produksi mebel itu menggunakan bambu yang ada di sekitar Rangkasbitung yang melimpah. Produksi mebel bambu itu sejak 1998 hingga kini masih bertahan dan bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 40 orang.

Para tenaga kerja dengan menerima pembayaran upah itu ada yang sistem borongan dan mereka setiap pekan bisa menghasilkan pendapatan di atas Rp2 juta, sedangkan upah harian sekitar Rp100 ribu/hari.

“Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah dengan menyerap tenaga kerja lokal itu dan dulu mencapai ratusan orang,” katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Orok Sukmana mengatakan pihaknya mengapresiasi perusahaan CV Shaniqua Marigold Bamboo yang menembus pasar Eropa hingga beromzet Rp250 juta per bulan.

“Kami merasa terbantu dengan tumbuhnya usaha kerajinan bambu karena dapat meningkatkan pendapatan ekonomi warga setempat,” katanya menjelaskan. *[ Redaksi SB ] 🙏🙏