Syarat Pengajuan Bantuan Operasional Masjid Ramah Dari Kemenag RI

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) RI membuka program pengajuan Bantuan Operasional bagi Masjid dan musala di seluruh Indonesia. Namun menerima program tersebut, pengurus masjid dan musala harus memenuhi persyaratan dari Kemenag.

Berikut Syarat Pengajuan Bantuan Operasional Masjid Ramah:

  1. Masjid/musala terdaftar di Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama.
  2. Memiliki rekening bank atas nama masjid/musala di salah satu bank nasional.
  3. Permohonan dan Proposal bantuan (dalam format PDF) yang ditujukan kepada Menteri Agama, melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.

Proposal terdiri atas:

  • Surat rekomendasi Kemenag setempat (KUA kec./Kemenag kab/kota/Kanwil prov.)
  • Fotokopi Keputusan Susunan Kepengurusan.
  • Rencana Anggaran Biaya (RAB).
  • Fotokopi Surat Keterangan Status Tanah, Akta Ikrar Wakaf, atau Sertifikat Wakaf/Hibah/Hak Guna Pakai.
  • Fotokopi buku rekening bank atas nama masjid/musala, dilengkapi dengan surat keterangan status rekening aktif dari bank.
  • Surat pernyataan kebenaran dokumen bermaterai 10.000 ditandatangani ketua pengurus.

Sebagai informasi, pengajuan bantuan biaya operasional masjid dan musala dilakukan secara online melalui aplikasi PUSAKA Kemenag yang dapat diunduh di PlayStore/AppStore. *[ Redaksi SB ] 🫸🫷