WHO Keluarkan 6 Jenis Vaksin Ke Dalam Daftar Penggunaan Darurat

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Pada Selasa (1/6/2021) waktu setempat, WHO sebagai organisasi Kesehatan Dunia resmi memaksukan vaksin Sinovac ke dalam daftar penggunaan darurat atau Emergency Use Listing (EUL).

Sebelumnya pada Jumat, 7 Mei 2021 WHO sudah terlebih dahulu memasukkan vaksin Corona dari Sinopharm untuk digunakan sebagai vaksin darurat.

Jadi hingga kini sudah ada 6 daftar vaksin EUL dari WHO, yaitu:

  1. Vaksin Pfizer
  2. Vaksin AstraZeneca
  3. Vaksin Johnson & Johnson
  4. Vaksin Moderna
  5. Vaksin Sinopharm
  6. Vaksin Sinovac

Perlu diketahui, Sinovac dan Sinopharm adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan negara non-Barat yang mendapat dukungan dari WHO. Kedua vaksin yakni Sinovac maupun Sinopharm telah diberikan kepada jutaan orang di China dan negara lain, termasuk Indonesia, saat ini.

Di Indonesia, izin penggunaan darurat vaksin sinovac keluar 11 Januari 2021 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan efikasi vaksin 65,3%, tanpa efek samping yang mengkhawatirkan.

WHO berharap dengan keluarnya izin pengggunaan darurat ini akan memercepat distribusi vaksin Sinovac ke banyak negara, terutama negara-negara yang sulit memeroleh akses mendapatkan vaksin Corona.

“Dunia sangat membutuhkan beragam vaksin Covid untuk menghadapi besarnya akses yang tidak setara di seluruh dunia,” Kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses Produk Kesehatan, Dr Mariangle Simao, dikutip dari situs Relief Web pada Rabu, 2 Juni 2021.

Vaksin Sinovac kini juga bisa disumbangkan melalui Fasilitas COVAX guna membantu berbagai negara untuk memercepat persetujuan regulasinya untuk mengimpor dan menyuntikkan vaksin, termasuk negara-negara yang mengalami ketimpangan pasokan vaksin.

Izin WHO penting agar vaksin ini bisa menjadi pedoman bagi regulator nasional bahwa vaksin tersebut aman dan efektif dalam menangani COVID-19. *[ Redaksi SB ]🙏🙏