OJK Akan Beri Sanksi Kepada Debt Collector Bila Tarik Kendaraan Tak Sesuai Hukum

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Sudah menjadi rahasia umum, Debt Collector atau penagih utang yang dimiliki oleh perusahaan pembiayaan terkadang dalam melaksanakan tugasnya sering bertindak tak sesuai dengan hukum.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberi sanksi tegas pada perusahaan pembiayaan yang memiliki debt collector dengan perilaku yang tak sesuai hukum.

Sekar Putih Djarot selaku Juru Bicara OJK mengatakan bahwa OJK telah menyiapkan sanksi bagi perusahaan pembiayaan yang debt collector-nya melanggar hukum dalam hal penarikan kendaraan bermotor.

“Kami akan memberi sanksi keras kepada perusahaan pembiayaan yang melanggar hukum. Karena OJK tidak mentolerir setiap debt collector yang melanggar hukum ,” ungkap Sekar dalam keterangan resminya.

Saat ini, ujar Sekar, OJK sudah berkomunikasi dengan asosiasi perusahaan terkait penertiban hal tersebut. OJK meminta asosiasi bisa menertibkan anggotanya mengenai cara penagihan debt collector.

“OJK telah berkoordinasi dengan pihak asosiasi perusahaan pembiayaan untuk menertibkan anggotanya dalam menjalankan ketentuan penagihan yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Sekar. *[ Redaksi SB ]🙏🙏