Sejak Dini Anak harus dilatih Dan Ditanamkan Cinta Literasi

SINARBANTEN.COM, Serang – Pada acara Gebyar Literasi IV Kabupaten Serang di Aula SMPN 1 Kramatwatu, Kamis (9/1/2020), Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap agar anak-anak melatih kecerdasannya melalui literasi, yakni dengan membaca dalam arti yang sebenarnya.

“Literasi tidak hanya dalam bentuk membaca buku, literasi itu membaca yang memiliki arti luas yaitu dalam semua kegiatan. Jadi anak-anak harus dilatih kecerdasannya, mereka harus bisa membaca fenomena yang ada di lingkungannya,” kata Tatu

Bila anak tidak ada kepekaan terhadap lingkungannya, jelas Tatu, maka akan sulit mendorongnya untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) yang handal sebagai generasi penerus.

“Alhamdulillah di Kabupaten Serang banyak sekali kegiatan yang digagas oleh dinas pendidikan yang juga dilombakan dalam berbagai event, salah satunya adalah O2SN yang merupakan ajang anak-anak untuk mengekspresikan kemampuannya,” katanya.

Dengan kegiatan literasi seperti O2SN dan yang lainnya, anak-anak dilatih daya juangnya, dengan tujuan bukan hanya bertarung untuk meraih juara dan mendapatkan hadiah, tetapi juga melatih dalam pembentukan karakter.

“Karena daya juang itu harus dilakukan sejak dini untuk proses pembentukan karakter mereka, dan daya juang itu harus tetap ada sampai dewasa seperti kita,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut bupati juga mengapresiasi Dinas Pendidkan Kabupaten Serang, karena kegiatan-kegiatan yang digagasnya merupakan kegiatan positif yang sifatnya literasi.

“Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan dinas pendidikan yang bisa mendorong anak-anak untuk berinovasi yang bersifat literasi,” ujar Tatu.

Bupati juga mengingatkan anak-anak bahwa membaca dalam arti yang sebenarnya adalah jendela dunia, dengn membaca bisa mengetahui berbagai informasi.

Saat ini kata Tatu, untuk membaca itu tidak sesulit jaman dulu, kalau dulu membaca itu harus berbentuk buku, kita tidak ada buku tidak bisa membaca, sekarang dengan mudah anak-anak bisa membaca hal-hal positif yang diperlukan dari smartphone.

“Jadi arahkan smartphone yang mereka pegang untuk hal-hal yang positif, jangan sampai menjadi alat yang membawa mereka kepada hal yang negatif,” tegasnya.

Perlu diketahui, pengaruh negatif gadget sangat dahsyat, dan sudah terbukti di Kabupaten Serang. Oleh karena itu para orang tua dan para guru agar memiliki semangat untuk mencegah dan menjaga serta mengarhkan anak-anak agar bisa memanfaatkan gadgetnya kepada hal yang positif. Jadi kita harus punya semangat mengarhkan dan memanfaatkan alat komunikasi anak dengan baik, untuk mencegah pegaruh negatifnya. *[ TI ] 🙏🙏