Manfaat Semut Bagi Ekosistem Alam

SINARBANTEN.COM, Serang – Semut tergolong sebagai hewan yang hidup berkelompok dan sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan ekosistem. Meskipun terkadang keberadaannya sering mengganggu manusia.

Berdasarkan informasi yang dikutip Sinar Banten dari situs Live Science, Senin (6/1/2020) semut berperan dalam menjaga ekosistem lokal mereka tetap sehat.

Journal of Animal Ecology menyebutkan sebut bertugas untuk mendistribusikan kembali nutrisi di hutan hujan tropis. Para penulis memprediksikan lebih dari setengah redistribusi nutrisi di hutan hujan tropis, daerah konservasi Cekungan Maliau, Malaysia dilakukan oleh semut.

Para ilmuwan Iowa State University menyatakan semut-semut ini juga membalik dan mengangin-anginkan tanah saat mereka menggali terowongan.

Hal tersebut memungkinkan air, oksigen, dan mineral mencapai akar tanaman dengan lebih baik. Selain itu, semut juga menyebarkan benih dan menyuburkan tanah dengan nutrisi dari serangga, binatang, dan tanaman mati.

SEMUT HEWAN PEMAKAN SEGALA

Anda jangan heran bila melihat semut mengerumuni permen atau biji-bijian. Karena sebagian besar hewan kecil ini adalah omnivora alias pemakan segala.

Misalnya, semut firaun memakan berbagai jenis makanan manis seperti gula, kue, dan roti. Namun, semut ini juga menyukai mentega dan daging. Berbeda dengan semut pencuri yang lebih senang senang makan telur serangga, semut dan serangga lainnya.

Ada pula semut yang hanya memakan daging atau karnivora seperti semut tentara. Semut-semut ini memangsa binatang seperti kadal, ayam, babi, dan lainnya.

Menurut data Kebun Binatang San Diego, ada semut yang bersifat herbivora. Mereka hanya menyantap daun, jamur, dan tanaman lainnya.

Sekedar info, semut termasuk dalam family Formicidae. Berdasarkan catatan The Field Museum, semut mulai banyak muncul di Bumi sekitar 140 juta- 168 juta tahun yang lalu.

Banyaknya jumlah semut yang muncul seiring dengan makin banyak tanaman bunga yang hidup. Sehingga, semut menjadikan tanaman itu sebagai sumber makanan sekaligus habitat baru.

Saat ini, semut hidup dan tersebar di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Para ilmuwan memprediksikan ada 10.000 jenis semut yang bisa ditemukan. *[ Livescience.com/Sinarbanten.com ] 🙏🙏