Menakar Peluang Habib Rizieq Jadi Presiden RI Bersama FPI

SINARBANTEN.COM, Jakarta – Semua warga negara mempunyai hak yang sama di Indonesia, termasuk hak menjadi Presiden. Bahkan seorang Habib Rizieq pun bisa menjadi Presiden. Tapi mungkinkah?

Semua serba mungkin di negara demokrasi, asalkan mendapatkan dukungan dari rakyat dan mempunyai partai pengusung.

Agar mempunyai partai pengusung, sebaiknya Front Pembela Islam (FPI) menjadi partai politik. Itu yang terbaik untuk kendaraan politik Habib Rizieq dan juga agar Front Pembela Islam (FPI) tidak selalu dijadikan persoalan.

Usul menarik itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

“Apabila FPI memenuhi persyaratan sebagai partai politik, maka perdebatan mengenai ideologi FPI akan selesai dengan sendirinya karena status sebagai partai politik peserta pemilu memberikan kepastian ideologi FPI adalah Pancasila, “jelas Arief, Sabtu (30/11/2019).

Menurut Arief, agar FPI enggak selalu dipersoalkan kalau buat acara, dan terjadi pro kontra di masyarakat, usul saya FPI dari ormas jadi parpol aja. Jadi jelas ideologinya pasti Pancasila.

Dengan jadi parpol, sambung Arief, skala FPI juga jadi dapat diketahui dengan pasti apakah mereka memang bisa memiliki perwakilan di 75 persen Kabupaten/Kota dan 33 Provinsi di Indonesia. Juga ide NKRI Bersyariah yang diperjuangkan FPI selama ini bisa terealisasi jika FPI jadi parpol dan jadi pemenang mayoritas.

Seandainya FPI resmi jadi parpol, mereka dapat mengukur berapa persen simpatisannya dari total pemilih tetap di pemilu 2024.

“Sebenarnya Habib Rizieq Shihabitu punya potensi untuk jadi Presiden Indonesia jika FPI jadi parpol. Dengan FPI jadi parpol jadi tidak ada yang bisa mempermasalahkan setiap aktivitas FPI dan Habib Rizieq pasti akan mudah untuk balik ke Indonesia,” tutupnya. *[ TI ] 🙏🙏