Melalui Jaringan Pompanisasi, Petani di Lebak Bisa Panen 120 Hektare di Musim Kemarau


SINARBANTEN.COM, Lebak – Meskipun musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Lebak Banten, ternyata tidak menghalangi  Kelompok Tani Sukabungah, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, untuk memasuki musim panen padi.

Kelompok Tani Sukabungah tersebut bisa mencapai panen padi seluas 120 hektare, karena kreatif dengan memakai jaringan pompanisasi dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung. Sehingga mereka tidak terpengaruh kemarau.

Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhyana di Lebak mengatakan, petani di sini dipastikan panen Oktober mendatang. Kami melaksanakan gerakan tanam tidak terpengaruh adanya kemarau karena terdapat potensi sumber air permukaan. Kami melakukan jaringan pompanisasi dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung.

“Semua tanaman padi yang akan dipanen itu dari hasil tanam awal Juni lalu. Dengan adanya pompanisasi maka indeks penanaman (IP) padi setahun bisa dilakukan sebanyak 2,5 kali musim tanam, jelasnya, Sabtu (28/9/2019).

Tanaman padi yang dipanen seluas 120 hektare, Papar Ruhyana, cukup membantu untuk ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi petani di daerah itu. Kebanyakan petani di sini hasil panen padi itu dijual dalam bentuk beras ke Rangkasbitung. Sebab, jika dijual dalam bentuk gabah tidak banyak menguntungkan,terlebih biaya produksi cukup tinggi.

“Produktivitas panen padi yang dikembangkan Kelompok Tani Sukabungah rata-rata 8 ton per hektare. Dari 8 ton itu, jika dikumulasikan menjadi beras sebanyak 5 ton dengan harga pasaran Rp10.000/Kg. Pendapatan petani bisa mencapai Rp50 juta dengan beras harga Rp10.000/Kg sebanyak 5 ton itu,” katanya.

Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan petani yang berhasil memanen padi itu, karena mereka terlayani pasokan air permukaan melalui pompanisasi.

“Pompanisasi yang dilakukan petani sangat berhasil sehingga mampu mengaliri areal persawahan. Kita mengapresiasi petani di sini masih banyak yang panen, meski kemarau panjang, ” pungkasnya. *[ AA ] 🙏🙏