WHO: Rokok Elektrik Tidak Bisa Lawan Kanker

SINARBANTEN, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan tidak membantu melawan kanker.

WHO pun mendesak perokok dan pemerintah untuk tidak mempercayai klaim dari perusahaan rokok tentang produk terbaru mereka.

Laporan WHO ketujuh tentang epidemi tembakau global menyatakan bahwa menghalangi campur tangan industri sangat penting untuk mengurangi bahaya dari penggunaan tembakau.

“Industri tembakau memiliki sejarah panjang oposisi sistemik, agresif, berkelanjutan dan sumber daya baik untuk langkah-langkah pengendalian tembakau. Sementara beberapa strategi bersifat publik dan yang lainnya lebih rahasia, semua memiliki tujuan untuk melemahkan kontrol tembakau,” kata laporan itu, seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/7/2019).

Laporan itu juga mengatakan raksasa tembakau Philip Morris International berusaha memposisikan dirinya sebagai mitra kesehatan masyarakat yang bertanggung jawab melalui kampanye “Unsmoke”. Kampanye itu mendorong orang untuk bergeser ke alternatif rokok yang lebih baik.

WHO mengatakan kampanye itu bertujuan untuk memastikan tembakau tetap dapat diterima secara sosial, sambil membingungkan konsumen dengan istilah-istilah seperti “produk bebas-rokok”, yang dapat merujuk pada produk dengan emisi beracun dan efek kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang tidak diketahui.

Juru bicara Philip Morris Ryan Sparrow mengatakan pesan WHO mempersulit memberikan opsi yang lebih aman bagi orang yang tidak bisa berhenti merokok.

“Tidak ada pertanyaan bahwa pilihan terbaik bagi perokok adalah berhenti sama sekali dari rokok dan nikotin. Kenyataannya adalah banyak orang tidak [berhenti]. Kita tidak bisa berpaling dari mereka,” katanya.

Vinayak Prasad, manajer program unit pengendalian tembakau WHO, mengatakan pengembangan produk baru semata-mata dimaksudkan untuk memperluas pasar perusahaan tembakau.

“Tidak ada perbedaan antara rokok dan produk tembakau yang dipanaskan kecuali dalam hal paparan, yakni paparannya lebih sedikit dan asapnya tidak terlihat,” kata Prasad.

Rokok elektrik, yang mengandung nikotin tetapi bukan tembakau, dipromosikan sebagai cara untuk berhenti merokok. Namun tidak ada bukti untuk membenarkan klaim itu, dan bukti dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka telah meningkatkan prevalensi orang muda yang merokok, kata Prasad.

“Jawabannya adalah perlu diatur. WHO memiliki pedoman yang jelas untuk mengatur rokok elektrik,” ujarnya. *[ YM ] 🙏🙏

Sumber: Reuters