Akibat Musim Kemarau, Warga Kabupaten Lebak Kesulitan Air Bersih

SINARBANTEN.COM, Lebak – Sejak awal Juni 2019 Kabupaten Lebak sudah memasuki musim kemarau. Akibatnya sumur air bawah tanah dan pompa jet pump mengering, sehingga warga di kabupaten Lebak dalam sepekan terakhir ini mulai kesulitan air bersih.

Salah seorang warga Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Imron, 47, mengatakan bahwa mereka terpaksa mencari air bersih untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK) ke sumber air makam keramat.

“Warga desa ini setiap hari memadati sumber air keramat karena sumur dan pompa jetpum mengering. Selain itu juga ada warga membeli air bersih menggunakan jasa tukang ojek ke sumber mata air ke luar desa, “ungkap Imron, Rabu (3/7/2019).

Akibat kemarau, warga warung gunung harus membeli air bersih dengan mempergunakan jasa tukang ojek dengan harga Rp10.000 sampai Rp20.000 untuk satu bak mandi berukuran 2X1,5 meter.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Desa Padasuka Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Suhayah mengatakan bahwa beberapa perkampungan di wilayahnya mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau itu. Bahkan sejumlah sumur bawah tanah dan jet pum mengering.

“Kami telah mengajukan permohonan ke BPBD setempat untuk segera didistribusikan pasokan air bersih,” imbuhnya. *[ AM ] ??