RSUD Banten Buka Lowongan Untuk Perawat Honorer

SINARBANTEN.COM, Serang – Setelah rapat pimpinan di aula kantor Bappeda Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa jumlah perawat di RSUD Banten masih sangat kurang. Untuk menutupi kekurangan, Pemprov akan merekrut perawat honorer.

Wahidin heran kenapa dokter spesialis dan perawat tidak mau bekerja di Banten. “Meskipun para dokter spesialis dan perawat kurang berminat mengabdi di Banten, kami Untuk akan tetap mencoba merekrut perawat honorer dan sebagainya. Saya berharap hal itu dapat menyelesaikan problem kekurangan perawat di RSUD Banten, “kata Wahidin, Senin (1/7/2019).

Di tempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin mengatakan, perekrutan perawat honorer diserahkan ke RSUD Banten karena sudah lembaga Badan Layanan Umum Daerah. “Kalau ASN (aparatur sipil negara-red), kami sudah usulkan ke pemerintah pusat. Tinggal menunggu kuotanya,” terang Komarudin.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten dr HA Drajat mengatakan, berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 tentang Perizinan dan Klasifikasi Rumah Sakit maka RSUD Banten membutuhkan penambahan perawat sebanyak 100 orang. “Untuk rumah sakit kelas B, jumlah perawatnya harus sesuai dengan jumlah tempat tidur atau 1:1. Karena gedung rawat inap baru ada 100 tempat tidur, kami butuh 100 perawat baru,” ungkapnya.

Perawat yang dibutuhkan, lanjut Drajat, kualifikasinya terdiri dari D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, dan profesi NERS. “Memang selain butuh penambahan perawat, dibutuhkan juga tenaga lain yang masih diinventarisasi kebutuhannya,” paparnya.

Saat ini, tambah Drajat, pihaknya sedang proses penghitungan bukan saja menghitung jumlah tenaga medis atau perawat yang dibutuhkan, tetapi juga menghitung jumlah honor untuk perawat baru. “Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, kan RSUD Banten Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinkes,” urainya.

Penerimaan tenaga kerja perawat baru dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Gubernur, jelas Drajat, sebab kuotanya harus ditetapkan oleh Gubernur. Pergubnya sudah ada sejak dua bulan lalu yaitu Pergub tentang tata cara seleksi dan jumlah/kuota yang akan direkrut.

Perlu diketahui, Sebenarnya Pemprov Banten dalam dua tahun terakhir terus melengkapi sarana dan prasarana di RSUD Banten yang sudah mendapatkan akreditasi paripurna. Tujuannya tentu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banten. *[ AA ] ??