SDA Melimpah, Kabupaten Lebak Diprediksi Jadi Daerah Industri

SINARBANTEN.COM, Lebak – Mantan Wakil Bupati LebakAmir Hamzah mengatakan, dengan adanya sumber daya alam (SDA) dan dibangunnya Jalan Tol Serang-Panimbang, kami yakin ke depan Lebak menjadikan daerah industri terbesar di Provinsi Banten.

“Adapun SDA di Kabupaten Lebak terdiri dari komoditas pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, peternakan hingga pariwisata, “jelas Hamzah, Rabu (29/5/2019).

Hamzah menambahkan, selain itu juga lokasinya berdekatan dengan Ibu kota Negara, Jakarta. Sehingga, akses lalu lintas darat, laut dan udara begitu mudah. Lagi pula, harga tanah di Kabupaten Lebak relatif murah dibandingkan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek).

Karena itu, lanjut Hamzah, Kabupaten Lebak akan dilirik oleh pemodal domestik dan mancanegara untuk membangun kawasan industri tersebut. “Kehadiran kawasan industri itu tentu dapat menyerap ribuan lapangan pekerjaan,” katanya.

Menurut dia, dampak pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak tentu akan membebaskan daerah tertinggal.

Pembangunan kawasan industri akan berkembang di Kecamatan Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Banjarsari, Malingping hingga menembus pabrik semen merah putih di Kecamatan Bayah.

Selain itu juga kawasan industri akan tumbuh di wilayah Pandeglang bagian selatan, seperti Kecamatan Munjul, Picung, Bojong hingga Panimbang.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Teguh Eko Saputro mengatakan lima kecamatan di daerah ini masuk kawasan industri berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kawasan industri itu seluas 1.300 hektare tersebar di lima kecamatan antara lain Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Bayah dan Cilograng.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk membuat lapangan pekerjaan di daerah sendiri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga mengantisipasi kemiskinan. *[ AhS ] ??