Pelaku Usaha RPA Mampu Jual Ayam 2 Ton per Hari Selama Ramadhan

SINARBANTEN.COM, Lebak – Sepanjang bulan suci Ramadhan ini, para pelaku bisnis Rumah Potong Ayam (RPA) yang ada di Kabupaten Lebak kebanjiran pesanan. Bahkan saat bulan suci ini para pelaku RPA mendapatkan permintaan pesanan sebanyak dua ton dalam selama satu hari.

Salah satu RPA Joko Broiler Farm yang ada di Kampung Pertelon, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak bahkan kewalahan memenuhi permintaan.

“Disaat menjelang Ramadan kami telah menerima pesanan dari para pedagang yang membuka lapak di pasar tradisional di wilayah Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung bahkan sampai pedagang yang ada di wilayah pasar tradisional Petir, Kabupaten Serang,” kata Joko, Jumat (10/5/2019).

Usaha ayam potong yang baru saya tekuni ini, terang Joko, selama enam bulan yang lalu sudah membuahkan hasil cukup besar. Sebelum memulai usaha, saya sudah survey ke sejumlah sentra pasar di Lebak, ternyata ayam potong broiler ini banyak diminati konsumen.

Joko mengaku saat Ramadan dalam sehari dia telah menyuplai sebanyak dua ton daging ayam untuk memenuhi pesanan para pedagang di pasar tradisional maupun warga sekitar yang ada di lingkungan tempat usahanya.

“Tingginya lonjakan pesanan ayam potong karena kebutuhan masyarakat akan daging ayam menjelang Ramadan sangat tinggi. Selain itu, setiap Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) terkadang kita merasa bersyukur karena masih banyaknya pedagang yang meminta pesanan,” ungkapnya.

Menurut Joko, sebelum memasuki bulan suci Ramadan usaha rumah potong ayam yang digelutinya hanya menerima pesanan sekitar kurang lebih 900 kwintal. Akan tetapi, sebulan jelang Ramadan pesanan ayam potong broiler terus mengalami peningkatan secara tajam, karena itu tidak heran jika dua orang pegawai yang khusus menangani pemotongan ayam terbilang sibuk.

“Lumayan pegawai yang bertugas memotong ayam sekarang ini agak sibuk. Allhamdullillah karena maraknya pesanan, mungkin ini berkah Ramadhan,” ujarnya.

Sementara salah seorang warga setempat, Dewi mengatakan, sejak adanya pemotongan ayam di lingkungan tempat ia tinggal, selalu memberikan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam menjelang Ramadhan.

“Kalau ada tempat pemotongan ayam disini, kita tidak lagi pergi ke pasar untuk membeli ayam potong. Karena telah memenuhi prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah,”ungkapnya.

Selain itu pihaknya mengaku, sebelum melakukan usahanya mereka sudah menempuh izinnya. Sehingga warga setempat tidak merasa terganggu dengan keberadaan usaha tempat pemotongan ayam. *[ AS ] 🙏🙏