BAWASLU SERANG: 544 TPS Rawan Konflik dan 23 TPS Rawan Politik Uang

SINARBANTEN.COM, Serang – Enam hari jelang Pemilu tanggal 17 April 2019, Bawaslu Kota Serang mulai memetakan potensi kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner Bawaslu Kota Serang Rudi Hartono mengatakan, Dari 1828 TPS di Kota Serang sebanyak 544 masuk kategori rawan dan 23 TPS rawan money politik (politik uang).”Dalam pemetaan ini ada 4 variabel dan 50 indikator. Pemetaan ini penting dilakukan mengingat pelanggaran Pemilu banyak terjadi di TPS,” jelasnya , Kamis (11/4/2019).

Menurut Rudi, pemetaan TPS Rawan Bawaslu Kota Serang berpacu pada sumber data Pemilu sebelumnya, Pilkada, Pilwakot pada tahun 2018 lalu dan hasil pengawasan Bawaslu selama masa kampanye.

“Dari hasil-hasil itu kami rangkum, maka kita menetapkan ada 544 TPS rawan tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan. Sedangkan untuk TPS rawan money politik ada 23 TPS,” ujarnya.

Dalam melakukan pemetaan kerawanan TPS, kata Rudi terdapat beberapa variable penting yang digunakan. Pertama, pemetaan potensi kerawanan TPS dilihat dari penggunaan hak pilih.

“Penggunaan hak pilih ini dapat dilihat dari data pemilih DPTb dan DPK dalam TPS karena Kota Serang ini adalah Kota Urban jangan sampai pas mau milih kehabisan surat suara. Selain itu juga fokus pengawasan berkenaan dengan TPS yang dekat dengan rumah sakit,” katanya.

Kedua, yang juga menjadi fokus perhatian dalam pemetaan adalah netralitas dari penyelenggara. Jika terdapat kecenderungan mendukung terhadap salah satu kontestan peserta Pemilu maka disebut TPS rawan.

Penyelenggara itu harus netral baik KPU maupun Bawaslu itu sendiri, jika terdapat indikasi mendukung salah satu paslon, maka bisa kami identifikasi sebagai TPS yang rawan,” ujarnya.

Ketiga, TPS yang rawan akan keterlibatan ASN yang berafiliasi ke parpol untuk ikut berkampanye mengarahkan masyarakat untuk memilih partai tertentu. “Di Kota Serang ini banyak ASN yang suami atau istrinya jadi caleg,” ujarnya.

Selain itu, identifikasi lokasi TPS rawan juga mempertimbangkan dekat tidaknya dengan posko pemenangan salah satu kontestan dalam Pemilu. “TPS yang dekat dengan posko pemenangan dapat diklasifikasi sebagai TPS rawan,” tukasnya. *[ AM ] ??