PEMKOT CILEGON: Kami Akan Sediakan Dua Rumah Sakit Bagi Penderita HIV

SINARBANTEN.COM, Cilegon – Semakin merebaknya penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV)di kota Cilegon, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon sediakan dua rumah sakit, untuk korban terkena penyakit HIV. Adapun dua Rumah Sakit tersebut diantaranya, Rumah Sakit Krakatau Medika dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon.

Tidak hanya itu, namun seluruh Puskesmas yang ada di Kota Cilegon dapat digunakan untuk memeriksa orang yang terkena Virus HIV tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan Drg. Ninik Harsini, mengatakan semua layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kota Cilegon saat ini sudah bisa melakukan pemeriksaan dan bisa memastikan apakah orang tersebut terkena penyakit HIV atau tidak. “Seluruh Puskesmas yang ada di Kota Cilegon saat ini sudah dapat digunakan untuk pemeriksaan orang yang terkena Virus HIV,” kata Ninik saat ditemui dikantornya, Rabu (6/2/2019).

Selain itu, lanjut Ninik, apabila ada masyarakat Kota Cilegon yang positif terkena Virus HIV tersebut, bisa langsung dilakukan pengobatan di dua rumah sakit di Kota Cilegon. Yaitu Rumah Sakit Krakatau Medika dan Runah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon. “Selain Puskesmas, namun juga di Kota Cilegon terdapat dua Rumah Sakit yang dapat dijadikan tempat untuk berobat bagi penderita Virus HIV,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, ada tiga Puskesmas di Kota Cilegon yang bisa memberikan pengobatan kepada pasien HIV yaitu, Puskesmas Pulomerak, Puskesmas Ciwandan, dan Puskesmas Jombang. “Namun juga ada tiga Puskesmas yang dapat di jadikan untuk berobat bagi penderita HIV diantaranya Puskesmas Pulomerak, Puskesmas Ciwandan, dan Puskesmas Jombang,” ujarnya.

Adapun proses yang dilakukan diantaranya adalah melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT), baru dilakukan pengobatan dan dalam pengobatan tersebut membutuhkan dukungan penuh dari pihak keluarga, kerabat, serta masyarakat. “Maka saya meminta kepada semua pihak, untuk tidak mengucilkan seseorang yang terkena HIV, karena kesembuhannya itu membutuhkan dukungan dari pihak Keluarga dan masyarakat,” terangnya.

Ninik mengungkapkan, proses VCT adalah, serangkaian tes untuk mengetahui apakah orang tersebut positif atau negatif mengidap HIV. Tes VCT bersifat rahasia dan sukarela, yang berarti keputusan untuk mengikuti tes sepenuhnya pilihan sendiri dan memiliki hak untuk privasi mutlak.

“Layanan VCT tersebut bertujuan untuk mendeteksi HIV sedini mungkin dan membantu mencegah, merawat, dan mengobati HIV sebelum terlambat,” pungkasnya. *[ HH ] ??