Penyakit Foot Rot Sebabkan Harga Ubi Jalar Naik Di Jepang

SINARBANTEN.COM, Jepang – Saat ini warga Jepang merasakan kenaikan harga ubi jalar. Tak hanya itu, pasokan ubi dalam negeri juga menurun. Hal ini akibat serangan penyakit foot rot pada tanaman ubi hampir di seluruh negara Jepang.

Menu ubi jalar terutama saat musim semi merupakan santapan favorit orang Jepang, dari anak kecil hingga orang tua. Teksturnya yang empuk pulen dengan rasa manis lembut membuat umbian ini begitu digemari.

Khusus tahun ini, Jepang menghadapi masalah pasokan ubi jalar karena penyakit foot rot atau kaki membusuk yang melanda seluruh negeri.

Mengutip Sora News 24 (12/11/2021), foot rot disebabkan oleh jamur parasit yang pertama-tama merusak daun dan batang tanaman. Setelah itu, jamur parasit menghilangkan nutrisi dan menghambat pertumbuhan ubi jalar. Bahkan pada kasus terparah, foot rot bisa berkembang menjadi ubi itu sendiri.

Sebanyak 22 prefektur di Jepang telah melaporkan adanya foot rot pada ubi jalar dan rantai pasokan telah mengalami dampaknya. Seperti yang dialami toko pastry The Kawasaki Nikko Hotel.

Gegara penyakit ini, pihaknya tidak bisa membuat kue spesial berbahan ubi jalar “naruto kintoki” premium dari Prefektur Tokushima. Jumlah ubi jalar yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Sementara itu, pihak supermarket melaporkan pasokan ubi mereka menurun 20%. Dalam beberapa kasus, harga ubi jalar bahkan naik 20%. Hal ini terkait 70% pertanian di Jepang yang melaporkan adanya kasus foot rot hingga mempengaruhi hasil panen mereka.

Bukannya tidak berusaha, petani ubi jalar berusaha keras menghindari penyakit merugikan ini. Salah satunya dengan melakukan metode penanaman ‘social distancing’. Benih ubi ditanam berjauhan satu sama lain dengan jarak sekitar 10 cm.

Tujuan penanaman ‘social distancing’ adalah agar terhindar dari penularan foot rot antar ubi. Namun sayangnya, metode ini juga berdampak pada kuantitas ubi jalar yang dihasilkan dimana menjadi semakin sedikit. *[ Redaksi SB ]🙏🙏