PAKAR AGRIBISNIS: Agar Tetap Sehat, Minum Kopi Jangan Pakai Gula

SINARBANTEN.COM, Semarang – Hampir seluruh masyarakat Indonesia termasuk generasi milenial di kota-kota besar suka minum kopi. Tapi masih banyak dari kita yang kurang paham cara mengonsumsi kopi yang baik, agar dapat menyerap semua manfaat yang terkandung di dalamnya.

Dalam acara Kafe BCA On The Road di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/9/2019) pakar agribisnis Universitas Diponegoro Bambang Dwiloka mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan yang sering dilakukan peminum kopi adalah menambahkan gula ke dalam kopi.

Kandungan gula, khususnya yang berasal dari tebu memiliki indeks glikemik tinggi, yang membuat pembakaran zat untuk perolehan energi begitu cepat. Sementara itu, zat-zat yang tidak mampu diubah menjadi energi akan tertahan, tersimpan di dalam darah.

“Itu yang nantinya menjadi diabetes. Gula itu menghilangkan manfaat-manfaat yang terkandung dalam kopi. Kopi menjadi tidak bermanfaat, percuma,” paparnya

Bambang menyebutkan jika pencinta kopi masih menginginkan perasa, harus memilih jenis gula yang memiliki tingkat indeks glikemik yang rendah, seperti gula jagung, dan gula biji bunga matahari.

Kopi, lanjutnya, memiliki manfaat anti diabetes. Kopi memiliki sumber senyawa bioaktif yang mampu menghambat penambahan kadar gula berlebihan dalam tubuh. Kopi juga memiliki antioksidan yang menghambat penuaan pada manusia.

“Kopi juga menghambat hipertensi dan antivirus hepatitis B, yang obatnya sangat sulit ditemukan. Meski kopi membuat jantung sering berdebar lebih kencang, sebenarnya debaran tersebut terkadang diperlukan bagi jantung agar terbiasa. Dengan demikian jantung kita sehat. Tinggal nanti kita harus tahu cara membatasi diri saat minum kopi. *[ HY ] 🙏🙏