Akibat Tarif Baru PKB, Warga Banten Cenderung Beli Kendaraan di Jakarta dan Jabar

SINARBANTEN.COM, Serang – Bila diadakan perbandingan harga kendaraan roda dua, motor dan empat, mobil di Banten dengan di Jakarta dan Jawa Barat (Jabar), ternyata harga di Banten lebih mahal belasan hingga puluhan juta. Hal inilah yang membuat masyarakat Banten berbondong-bondong membeli kendaraan roda dua, motor dan empat, mobil di Jakarta dan Jawa Barat.

Contohnya Karmin, 40, salah seorang warga Kota Serang, mengaku dirinya memilih membeli kendaraan jenis mini bus di dealer atau showroom di Jakarta dan Jabar, ketimbang di Banten. “Hasil survei mobil yang saya beli di Jakarta ini lebih murah Rp 18 juta, kalau dibandingkan saya beli di Serang atau Cilegon,” katanya.

Mahalnya harga kendaraan di Banten, ungkapnya, lantaran ada kebijakan dari Pemprov Banten yang mengeluarkan Perda tentang Kenaikan Pajak pada bulan Februari lalu. “Saya baru tahu dari sepupu saya, kalau bayar pajak kendaraan di Banten ini mahalnya minta ampun. Dan bukan saya saja yang beli mobil di Jakarta, tapi teman-temam saya juga sama,” paparnya.

Senada diungkapkan Rommy. Menurut dia, kendaraan yang dibeli dari dealer di Bandung, Jabar lebih murah Rp 50 juta dari harga di Banten.

“Harga mobil saya ini dibawah Rp 700 juta. Tapi kalau saya beli di Cilegon, harganya diatas Rp 700 juta. Ada selisih Rp 50 juta. Jadi mending saya beli di Bandung. Apalagi sekarang mau bayar pajak tahunan di Samsat Jabar juga nggak ribet,” akunya.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy dalam sambutanya pada rapat paripurna jawaban gubernur atas perubahan APBD 2019 terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Banten mengakui, bahwa animo masyarakat saat ini beralih membeli kendaraan diluar daerah

Diakui Andika, berbondong-bondongnya masyarakat Banten membeli kendaraan di Jakarta lantaran pemberlakuan tarif baru untuk pajak kendaraan bermotor (PKB) pada tanggal 11 Maret lalu sebesar 1,75 persen dari tarif sebelumnya sebesar 1,5 persen dan pemberlakukan tarif baru bea balik nama kendaraan bermotor baru sebesar 12,5 persen dari tarif sebelumnya sebesar 10 persen.

Sehingga terjadi kecenderungan konsumen untuk membeli kendaraan di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya telah melakukan langkah-langkah dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah yaitu bersama dengan pihak kepolisian melakukan razia pada lokasi-lokasi tertentu untuk mengetahui kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Kemudian, memberikan kemudahan dalam pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan melalui e-samsat pada kanal pembayaran, dengan cukup menunjukan STNK asli tanpa harus menunjukan KTP.

Kemudahan ini se-Indonesia untuk pertama kali diterapkan di Provinsi Banten wilayah hukum Polda Banten, dan dengan kemudahan tersebut dalam kurun waktu dua bulan mampu menghimpun penerimaan pendapatan sebesar Rp 1,4 miliar,” ungkapnya. *[ AA ] ??