Pemerintah Pusat Evaluasi 8 Kabupaten/Kota Layak Anak di Banten

SINARBANTEN.COM, Serang – Saat ini Provinsi Banten telah mendaftarkan Delapan Kabupaten/Kota di seluruh areanya kepada Pemerintah Pusat untuk dinobatkan layak anak.

Sebagai tindak lanjutnya, Pemerintah pusat tengah melakukan evaluasi penilaian terhadap kabupaten/kota layak anak. Evaluasi ini dimaksudkan agar seluruh kabupaten/kota di Indonesia menjadi daerah yang layak terhadap anak.

Kepala Dinas DP3AKKB provinsi Banten, Sitti Maani Nina disela acara sosialisasi Peningkatan Program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Perlindungan Khusua Anak Bagi Kelompok Masyarakat di aula gedung SKPD terpadu KP3B, Curug Kota Serang mengungkapkan, “Kami melaksanakn secara teknis yang menjadi visi misi Gubernur dan wakil gubernur di dalam pemenuhan hak anak serta mendorong kab/kota untuk bersama-sama fokus dalam evaluasi KLA ini menuju Provinsi Layak Anak dan nanti nya berkontribusi kepada Indonesia Layak Anak.”

Menurut Nina, pihaknya optimis delapan kabupaten/kota se Banten bisa menjadi kabupaten/kota layak anak tahun ini.

“Kami terus memperbaiki dari 24 indikator yang disebutkan untuk menjadi kota layak anak seperti pembuatan Akte kelahiran yang masih di bawah rata-rata nasional. Infrastruktur pendukung dari desa sampai kecamatan dan kabupaten perlu yang ramah terhadap anak terus ditingkatkan,” katanya, Sabtu (6/4/2019).

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada DP3AKKB Provinsi Banten, Erminawati melanjutkan, masih tersisa 3 kabupaten di Banten yang menuju kota layak anak. Ketiganya yakni Kab Lebak, Pandeglang dan Serang.”Meski diakui mereka sudah berupaya menuju kab layak anak. Paling tidak kan memang ada tahapan-tahapannya,” tukas Ermin.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DIskomsantik) Provinsi Banten, Komari melalui Kasie kelembagaan dan kemitraan media, Kusma menuturkan bahwa maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak turut dipengaruhi oleh perkembangan media saat ini yang tumbuh begitu cepat.

“Dengan mudahnya anak-anak kita mengakses media melalui gadget maka setiap orang tua perlu memantau mereka agar apa yang dilihat anak-anak tidak berdampak negatif,” pungkasnya. *[ TI ] 🙏🙏