Kecamatan Cipanas dan Maja Rawan Narkoba

SINARBANTEN.COM, Lebak – Hasil pemetaan wilayah rawan narkoba dari Kepolisian Resor Lebak, terdapat dua daerah yang rawan narkoba yaitu wilayah Kecamatan Cipanas dan Maja.

“Kita optimalkan razia setiap malam sabtu dan minggu untuk pencegahan narkoba dan minuman keras,” kata Kapolres Lebak Ajun Komisaris Dani Arianto di Lebak, Jumat.

Selama ini, wilayah Cipanas-Maja masuk daerah rawan peredaran narkoba karena perbatasan langsung dengan Bogor dan Kabupaten Lebak.

Sedangkan, Maja sebagai “minipolitan” setelah dijadikan kawasan permukiman yang menampung warga DKI Jakarta.

Apalagi, didukung kemudahan akses transportasi melalui double treck Commuterline Rangkasbitung-Tanahabang.

Meski demikian, secara umum trenya peredaran narkoba di Kabupaten Lebak relatif kecil dibandingkan Kota Serang dan Cilegon.

Sebab, pelaku narkoba di daerah ini per tahun antara 10 sampai 15 kasus. “Kami bertindaktegas dengan memproses secara hukum terhadap pelaku pengedar maupun pemakai narkoba,” katanya menegaskan.

Menurut dia, tindakan tegas itu karena wilayah Banten masuk daerah darurat narkoba.

Pihaknya tidak main-main terhadap pelaku narkoba karena menghancurkan generasi penerus bangsa juga masa depan mereka.

Selain itu juga menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga banyak pelaku narkoba meninggal dunia.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat, alim ulama,pers, pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan berperan aktif memerang bahaya narkoba.

“Kami berharap semua stakeholder itu dapat mencegah anak-anak bangsa terjebak dari ancaman narkoba,” katanya.

Untuk pencegahan narkoba, pihaknya setiap sabtu dan minggu menggelar razia narkoba dan minuman keras.

Selain itu juga jika ditemukan anak-anak remaja yang tengah berkumpul dilakukan pemeriksaan urine.

Disamping itu juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah. “Kita melakukan upaya pencegahan itu untuk menyelamatkan anak-anak sebagai generasi dari ancaman narkoba,” katanya. *[ MP ] ??